Suatu hari, ada seorang bapak tua yang sedang melakukan perjalanan dari kota A ke kota B. Karena perjalanan terlalu malam sehingga bapak tersebut tidak mendapatkan bus yang langsung mengarah ke kota B. Bapak tersebut memutuskan untuk naik angkutan namun hanya sampai di desa C yang letaknya berada di tengah-tengah antara kota A dan B. Setelah turun dari angkutan tersebut, bapak itu mencoba untuk menanyakan kepada orang sekitar untuk mencari informasi mengenai angkutan atau ojek yang mengarah ke kota B. Bapak tersebut menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, memutar badannya untuk mencari seseorang untuk bertanya.
Di sebuah perempatan jalan terdapat seorang pemuda dengan pakaian lusuh berdiri di sebelah sebuah motor yang tidak layak karena banyak bagian motor yang copot. Bapak tersebut bertanya kepada pemuda itu. Ini kejadian di daerah jawa yang pada umumnya jika seorang pemuda berbicara kepada orang yang lebih tua biasanya menggunakan bahasa yang lebih sopan. Namun pemuda ini menjawab dengan bahasa yang digunakan untuk seumuran. Informasi dari pemuda tersebut jika sudah tidak ada angkutan yang mengarah ke kota B karena sudah malam. Bapak itu kemudan bertanya ke pemuda tersebut mengenai tukang ojek, namun pemuda tersebut mengatakan jika tidak ada tukang ojek di daerah tersebut.
Setelah melihat si Bapak yang kebingungan ternyata pemuda tersebut menawarkan diri untuk mengantar Bapak ke kota B. Tanpa menaruh rasa curiga si Bapak menerima tawaran tersebut. Pemuda itu menawarkan bantuan tanpa membahas tarif atau bayaran uang. Sampai di tujuan, bapak tersebut berniat untuk memberi sejumlah uang untuk pemuda tersebut namun pemuda tersebut menolak. Si bapak memaksa pemuda tersebut untuk menerima uang dengan menyisipkan ke saku pemuda itu, namun pemuda tersebut bersikeras menolak dan menyuruh menggunakan uang tersebut untuk beli minum si Bapak.
Kemudian pemuda itu pergi dan si Bapak hanya bisa mengucapkan terima kasih.




